Real Madrid Minim Gelar Meski Mbappe Tampil Tajam

2026-05-08 11:35:04 By Ziga

Real Madrid kembali mendapat sorotan setelah gagal meraih gelar-gelar utama dalam dua musim terakhir, meski memiliki sosok setajam Kylian Mbappe di lini depan. Ketergantungan besar terhadap individu dinilai menjadi salah satu alasan mengapa Los Blancos belum mampu mendominasi seperti sebelumnya.


Sejak bergabung dari Paris Saint-Germain pada musim panas 2024, Mbappe langsung menjelma menjadi mesin gol utama Real Madrid. Penyerang asal Prancis itu telah mencetak 85 gol hanya dalam 100 penampilan bersama klub. Khusus musim ini, ia bahkan sudah mengoleksi 41 gol dari 41 pertandingan di semua kompetisi.


Catatan tersebut membuat Mbappe jauh meninggalkan rekan-rekan setimnya dalam urusan produktivitas. Vinicius Junior yang menjadi pencetak gol terbanyak kedua di skuad Madrid hanya mampu mencatatkan 21 gol, terpaut cukup jauh dari mantan bintang PSG tersebut.


Situasi itu membuat permainan Madrid terlihat sangat bergantung pada ketajaman Mbappe. Meski kontribusinya “hanya” mencakup sekitar 37 persen dari total gol tim, pengaruh sang striker tetap terasa sangat dominan dalam permainan Los Blancos sepanjang musim.


Namun ironisnya, performa luar biasa Mbappe belum mampu membawa Real Madrid kembali berjaya di kompetisi utama. Memang, Madrid sempat meraih dua trofi sejak kedatangan sang pemain, yakni Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental. Akan tetapi, kedua gelar tersebut diraih melalui format pertandingan tunggal dan belum dianggap sebagai pencapaian utama musim ini.


Sementara itu, target-target besar seperti LaLiga, Copa del Rey, Liga Champions, hingga Piala Super Spanyol justru gagal diamankan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keseimbangan permainan Madrid yang dianggap terlalu berfokus pada kualitas individu dibanding kekuatan kolektif tim.


Mantan bek Barcelona, Jordi Alba, turut menyoroti situasi yang dialami rival abadinya tersebut. Menurut Alba, kehadiran pemain sebesar Mbappe memang membawa ekspektasi luar biasa, tetapi sepak bola modern tidak lagi bisa hanya mengandalkan satu sosok bintang.


Ia kemudian membandingkan kondisi Real Madrid dengan Barcelona yang saat ini justru menunjukkan perkembangan positif lewat kekuatan kolektif dan kontribusi pemain muda lulusan akademi La Masia.


“Lingkungan dan ekspektasi yang muncul ketika pemain sekaliber Mbappe datang tentu berpengaruh besar. Tetapi menurut saya, sepak bola sekarang lebih dari segalanya adalah soal bermain sebagai sebuah tim,” ujar Alba seperti dikutip Tribuna.


Menurutnya, Barcelona saat ini tampil lebih solid karena seluruh pemain terlibat dalam setiap fase permainan, baik ketika menyerang maupun bertahan.


“Dalam hal itu, Barcelona lebih unggul: mereka bermain sebagai sebuah tim, semua orang bertahan, semua orang menyerang. Dan yang terpenting, mereka menikmati bermain bersama,” lanjut Alba.