Kevin Sanjaya Kembali Turun Gunung Cari Bibit Muda di Audisi Umum PB Djarum 2026
2026-09-10 08:52:09 By Dembele
Mantan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, kembali hadir dalam Audisi Umum PB Djarum 2026. Tahun ini, Kevin kembali terlibat dalam proses pencarian bibit-bibit muda potensial untuk klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah tersebut.
Sebanyak 1.601 peserta dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua, mengikuti audisi untuk memperebutkan kesempatan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulu Tangkis sekaligus bergabung dengan PB Djarum.
Para peserta terbagi dalam tiga kategori usia, yakni U-11, KU-11, dan KU-12 untuk putra dan putri. Kudus menjadi kota ketiga dalam rangkaian seleksi setelah sebelumnya digelar di Pekanbaru pada Juli dan Makassar pada Agustus.
Kevin sendiri bukan sosok asing dalam ajang tersebut. Pria berusia 31 tahun itu mengawali perjalanan kariernya dengan mengikuti Audisi Umum PB Djarum.
Kevin sempat mengalami kegagalan ketika mengikuti audisi pada 2006. Namun, ia tidak menyerah dan terus mencoba hingga akhirnya lolos ke tahap karantina dan resmi menjadi atlet PB Djarum pada 2007.
Keterlibatan Kevin dalam proses pencarian bakat juga bukan yang pertama. Ia sebelumnya pernah turun langsung dalam Audisi Umum PB Djarum pada 2024.
"Tahun 2024 juga pernah terlibat (dalam audisi PB Djarum). Audisinya hampir sama. Secara populasi jumlah orang tidak jauh," ucap Kevin kepada media, termasuk BolaSport.com, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Rabu (9/9/2026).
Kevin mengaku antusias melihat semangat para peserta yang berjuang untuk mendapatkan tempat di PB Djarum. Perjuangan tersebut mengingatkannya pada masa ketika ia pertama kali meniti karier sebagai pebulu tangkis.
"Pastinya sangat antusias, mereka berjuang, fighting spiritnya sampai jatuh-jatuh itu jadi teringat saat zaman saya memulai juga. Tapi yang lolos audisi Djarum adalah awal masuk klub besar dan menjadi bagian dari awal perjalanan karier," tuturnya.
Menurut Kevin, jumlah peserta Audisi Umum PB Djarum saat ini jauh lebih besar dibandingkan ketika dirinya mengikuti audisi pada 2006.
"Waktu zaman saya, populasi jumlah peserta tidak sebanyak sekarang. Waktu zaman saya tahun 2006 sekitar 500-an karena itu audisi pertama kali dimulai lagi. Jadi, sekarang jauh lebih besar," jelas Kevin.
Kevin juga memberikan pandangan mengenai hal yang perlu dipersiapkan para peserta untuk bisa melewati proses seleksi hingga mendapatkan kesempatan masuk tahap karantina.
"Hal yang saya siapkan pastinya melakukan yang terbaik. Selama kita bisa melakukan yang terbaik, orang akan menilai kita layak atau tidak. Yang penting bisa berjuang semaksimal mungkin, jangan menyia-nyiakan kesempatan," tutur Kevin.
Bagi Kevin, kesempatan mengikuti Audisi Umum PB Djarum bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan di lapangan. Jika berhasil lolos, para peserta akan mendapatkan peluang untuk memulai perjalanan baru sebagai bagian dari salah satu klub bulu tangkis besar di Indonesia.