Hujan Gol di Everton vs Man City, Skor Imbang Bikin Arsenal Untung

2026-05-05 06:28:50 By Ziga

Manchester City gagal mengamankan kemenangan saat menghadapi Everton setelah kedua tim bermain imbang 3-3 dalam laga penuh drama di Hill Dickinson Stadium, Selasa (5/5/2026) dini hari WIB. Tambahan satu poin ini membuat langkah City dalam perburuan gelar semakin berat, karena jarak dengan Arsenal di puncak klasemen kini melebar menjadi lima angka. Meski demikian, The Citizens setidaknya terhindar dari kekalahan berkat gol penyeimbang yang tercipta di detik-detik akhir pertandingan.

Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan langsung berlangsung dalam tempo tinggi. Manchester City mengambil inisiatif serangan lebih dulu dengan tekanan intens ke lini pertahanan Everton. Rayan Cherki dan Antoine Semenyo sempat menciptakan peluang berbahaya, namun belum mampu menaklukkan Jordan Pickford yang tampil cukup solid di bawah mistar gawang.

Everton sendiri tidak tinggal diam. Mengandalkan skema serangan balik cepat, tim tuan rumah beberapa kali mengancam pertahanan City. Kiernan Dewsbury-Hall dan Beto nyaris membuka keunggulan, tetapi Gianluigi Donnarumma menunjukkan refleks luar biasa untuk menggagalkan peluang tersebut. Aksi penyelamatan kiper asal Italia itu menjadi faktor penting yang menjaga City tetap bertahan dalam permainan.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan menjelang akhir babak pertama. Umpan tarik dari Rayan Cherki berhasil dimanfaatkan Jeremy Doku dengan sepakan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Pickford. Gol tersebut membawa City unggul tipis saat turun minum.

Memasuki paruh kedua, City tetap tampil dominan dengan penguasaan bola yang tinggi. Namun, Everton terus mengandalkan serangan balik cepat yang efektif. Iliman Ndiaye sempat mendapatkan peluang emas, tetapi kembali digagalkan oleh ketangguhan Donnarumma dalam situasi satu lawan satu.

Petaka bagi City datang dari kesalahan sendiri di lini belakang. Marc Guehi melakukan umpan balik yang kurang sempurna, yang langsung dimanfaatkan Thierno Barry untuk mencetak gol penyama kedudukan. Gol ini menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.

Setelah gol tersebut, kepercayaan diri pemain Everton meningkat drastis. Sebaliknya, City terlihat mulai kehilangan kendali permainan. Tim tuan rumah tampil lebih agresif dan mampu memenangkan banyak duel penting di berbagai lini.

Everton kemudian berbalik unggul pada menit ke-70 melalui situasi bola mati. Umpan matang James Garner disambut sundulan Jake O’Brien yang gagal diantisipasi Donnarumma. Gol tersebut disambut gemuruh suporter tuan rumah yang memadati stadion.

Momentum Everton terus berlanjut. Thierno Barry mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini setelah memanfaatkan bola muntah hasil aksi Merlin Rohl. Skor berubah menjadi 3-1, dan tekanan kini sepenuhnya berada di pihak Manchester City.

Namun, City tidak menyerah begitu saja. Harapan kembali muncul saat Erling Haaland berhasil memperkecil ketertinggalan. Ia lolos dari jebakan offside sebelum menaklukkan Pickford dengan penyelesaian dingin melalui tendangan cungkil. Gol tersebut membangkitkan semangat tim tamu untuk terus menekan.

Memasuki masa injury time, City menggempur habis-habisan lini pertahanan Everton. Tuan rumah dipaksa bertahan total demi mempertahankan keunggulan. Situasi semakin menegangkan karena kekalahan akan semakin menjauhkan peluang City dalam perebutan gelar.

Pada akhirnya, Jeremy Doku kembali muncul sebagai penyelamat. Di menit ke-97, ia memanfaatkan situasi sepak pojok dengan melepaskan tembakan keras yang bersarang di sudut gawang. Gol tersebut memastikan skor imbang 3-3 sekaligus menyelamatkan City dari kekalahan.

Meski terhindar dari hasil negatif, tambahan satu poin tetap menjadi kerugian bagi Manchester City. Selisih lima poin dari Arsenal di puncak klasemen menjadi tantangan besar di sisa musim, meskipun City masih memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan. Kini, pertanyaan besar pun muncul: mampukah City mengejar ketertinggalan dan membalikkan situasi, atau justru Arsenal yang akan mengunci gelar dan mengakhiri musim dengan senyuman?