Era Baru AC Milan Bersama Ruben Amorim Dimulai Manis, Rossoneri Tampil Lebih Agresif
2026-08-25 01:59:29 By Messi
AC Milan membuka perjalanan mereka di Serie A musim 2026/2027 dengan hasil positif. Bertandang ke Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (24/8/2026) dini hari WIB, Rossoneri sukses membawa pulang kemenangan 2-1 atas Torino.
Dua gol Milan lahir dalam waktu yang sangat singkat pada awal babak kedua. Alphadjo Cisse dan Adrien Rabiot hanya membutuhkan rentang tiga menit untuk membawa tim tamu unggul dan mengubah arah pertandingan.
Namun, kemenangan tersebut tidak hanya menarik dari sisi skor. Penampilan Milan di bawah arahan Ruben Amorim juga memperlihatkan perubahan karakter permainan yang cukup signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Menurut penilaian La Gazzetta dello Sport, Milan kini tampil dengan pendekatan yang lebih berani, agresif, dan proaktif. Rossoneri tidak lagi hanya menunggu lawan melakukan kesalahan, melainkan aktif menciptakan ruang serta kondisi yang dapat membuka peluang serangan.
Perubahan filosofi tersebut menjadi salah satu tanda awal dari proyek Amorim bersama Milan. Meski masih terdapat beberapa kekurangan, terutama ketika tim sudah berada dalam posisi unggul, arah permainan Rossoneri dinilai mulai menunjukkan perkembangan positif.
Pada era Massimiliano Allegri, Milan lebih sering menerapkan pendekatan yang berhati-hati. Tim cenderung menunggu kesempatan, membaca permainan lawan, kemudian memanfaatkan celah yang muncul untuk melancarkan serangan.
Situasinya berbeda bersama Amorim.
Saat menghadapi Torino, Milan tampil lebih aktif dalam menguasai jalannya pertandingan. Mereka berusaha membangun serangan dari awal sekaligus memaksa lawan berada dalam posisi bertahan.
Menariknya, kedua tim sebenarnya menggunakan skema dasar yang sama, yakni 3-4-2-1. Torino sempat mencoba tampil terbuka, tetapi tekanan Milan membuat tuan rumah kemudian lebih banyak bertahan dengan membentuk pola 5-4-1.
Kondisi tersebut membuat Rossoneri semakin leluasa mengambil kendali permainan.
Samuel Chukwueze menjadi salah satu pemain yang paling merepotkan pertahanan Torino. Pergerakannya dari sisi kanan berulang kali menciptakan ancaman, terutama sepanjang babak pertama ketika tuan rumah kesulitan meredam kecepatannya.
Meski mampu menguasai permainan, efektivitas Milan di depan gawang pada 45 menit pertama masih belum maksimal.
Goncalo Ramos beberapa kali terlihat turun terlalu jauh untuk terlibat dalam proses membangun serangan. Pergerakan tersebut membuatnya lebih sering berfungsi layaknya playmaker ofensif daripada penyerang tengah yang menjadi titik akhir serangan.
Karakter permainan itu sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi Ramos setelah pengalamannya bersama PSG. Namun, Amorim tetap membutuhkan ketajaman sang striker di kotak penalti, terlebih Ramos datang ke Milan dengan status sebagai pemain termahal dalam sejarah klub.
Sorotan terbesar terhadap penampilan Milan justru muncul setelah mereka berhasil unggul 2-0.
Rossoneri mulai menurunkan intensitas dan bertahan terlalu dalam. Situasi tersebut memberikan Torino ruang untuk meningkatkan tekanan, khususnya dalam sekitar 20 menit terakhir pertandingan.
Tuan rumah bahkan sempat memperoleh sejumlah kesempatan yang berpotensi membuat skor menjadi imbang. Milan dipaksa bekerja keras untuk mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Seusai pertandingan, Ruben Amorim mengakui bahwa kondisi fisik para pemainnya masih belum sepenuhnya berada pada level terbaik.
Menurut Amorim, faktor kebugaran menjadi salah satu alasan Milan belum mampu menjaga konsistensi permainan sepanjang 90 menit.
Meski demikian, kemenangan di kandang Torino tetap menjadi awal yang menjanjikan bagi Rossoneri. Milan bukan hanya mengamankan tiga poin pertama, tetapi juga mulai memperlihatkan identitas permainan baru yang lebih agresif di bawah Ruben Amorim.
Sedang Tayang