Chelsea Diminta Pertimbangkan Ulang Rencana Rekrut Fabregas
2026-05-08 06:22:44 By Ziga
Chelsea kembali berada dalam masa pencarian pelatih setelah perpisahan dengan Enzo Maresca dan Liam Rosenior di musim 2025/2026. Pergantian yang terjadi dalam satu musim tersebut kembali menyoroti ketidakstabilan yang masih menghantui kursi manajer di Stamford Bridge.
Di tengah situasi tersebut, nama Cesc Fabregas mulai mencuat sebagai salah satu kandidat yang dipertimbangkan. Eks gelandang Chelsea itu menarik perhatian berkat kiprahnya sebagai pelatih di klub Italia, Como, yang dinilai menunjukkan perkembangan signifikan di bawah arahannya.
Namun, wacana penunjukan Fabregas tidak sepenuhnya mendapat sambutan positif. Sejumlah pihak menilai bahwa tantangan besar di Chelsea bisa menjadi ujian yang terlalu berat bagi pelatih yang masih relatif baru meniti karier di dunia kepelatihan.
Salah satu suara yang cukup vokal datang dari mantan bek Chelsea, Tony Dorigo. Ia berpendapat bahwa The Blues sebaiknya tidak terburu-buru menunjuk Fabregas dan lebih memilih pelatih yang sudah memiliki pengalaman lebih matang di level tertinggi.
Dorigo Soroti Perkembangan Fabregas di Como
Fabregas memang menuai banyak pujian atas performa Como musim ini. Di bawah kepemimpinannya, tim tersebut tampil dengan gaya bermain menyerang yang atraktif serta memiliki identitas taktik yang cukup jelas.
Dorigo mengakui bahwa Fabregas berhasil membawa perubahan positif bagi klub Italia tersebut. Menurutnya, Como menjadi salah satu tim yang menarik untuk disaksikan karena pendekatan permainan yang modern dan terstruktur.
“Ya, tentu saja. Saya sudah banyak melihat Como musim ini dan jelas dia melakukan pekerjaan luar biasa. Mereka punya gaya bermain yang sangat bagus,” ujar Dorigo kepada GOAL.
Ia juga menambahkan bahwa berbagai pengalaman Fabregas sebagai pemain di level elite tampaknya mulai tercermin dalam filosofi kepelatihannya.
“Filosofi yang dia pelajari dari berbagai tempat seolah menyatu dan menghasilkan tim yang sangat bagus,” lanjutnya.
Meski demikian, Dorigo menilai masih ada celah dalam konsistensi Como, terutama ketika menghadapi pertandingan besar dengan tekanan tinggi.
Masalah Konsistensi di Laga Besar
Menurut Dorigo, salah satu persoalan utama yang masih terlihat adalah ketidakmampuan Como menjaga keunggulan dalam situasi krusial. Tim asuhan Fabregas beberapa kali gagal mempertahankan momentum meskipun sudah unggul lebih dulu.
Ia mencontohkan laga melawan Inter Milan, di mana Como sempat memimpin 2-0 sebelum akhirnya berbalik kalah 2-4. Situasi serupa juga terjadi di ajang Coppa Italia, ketika mereka kembali kehilangan keunggulan dua gol dan harus menelan kekalahan 2-3.
“Yang menarik dari Como adalah setiap kali mereka unggul dalam pertandingan besar, mereka seperti kehilangan arah. Saya melihat laga melawan Inter, mereka unggul 2-0 lalu kalah 4-2,” kata Dorigo.
“Di Coppa Italia juga begitu, mereka unggul 2-0 lagi lalu kalah 3-2. Jadi masih ada sesuatu yang kurang,” tambahnya.
Chelsea Dinilai Terlalu Berat untuk Fabregas
Berdasarkan pengamatan tersebut, Dorigo menilai bahwa tantangan di Chelsea akan jauh lebih kompleks dibandingkan situasi yang dihadapi Fabregas di Como. Tekanan besar, ekspektasi tinggi, serta sorotan media dinilai bisa menjadi beban tersendiri.
Ia menegaskan bahwa meski Fabregas memiliki potensi besar sebagai pelatih masa depan, saat ini dirinya masih membutuhkan waktu untuk mengasah pengalaman sebelum menangani klub sebesar Chelsea.
“Saya pikir pergi ke klub seperti Chelsea sekarang akan terlalu besar baginya. Saya yakin dia akan menjadi manajer hebat, tetapi dia perlu pengalaman lebih banyak lagi,” ujar Dorigo.
Chelsea Hadapi Akhir Musim yang Berat
Sementara itu, Chelsea masih harus menjalani sisa musim bersama pelatih interim Calum McFarlane. The Blues dijadwalkan menghadapi rangkaian laga berat yang akan sangat menentukan posisi akhir mereka di klasemen.
Empat pertandingan tersisa melawan Liverpool, Manchester City, Tottenham, dan Sunderland diprediksi menjadi ujian terakhir yang penuh tekanan bagi skuad Stamford Bridge sebelum klub mengambil keputusan besar terkait masa depan kursi pelatih.
🔥 Populer
